2009/12/26

Adat Melayu



Adat Melayu Harus jadi Sistem Nilai


PEKANBARU (Riau Online): Adat Melayu Riau hendaknya menjadi sebuah sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh dikatakan Gubernur Riau HM Rusli Zainal bahwa budaya Melayu hendaknya diterapkan sejak dini.
PEKANBARU (Riau Online): Adat Melayu Riau hendaknya menjadi sebuah sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh dikatakan Gubernur Riau HM Rusli Zainal bahwa budaya Melayu hendaknya diterapkan sejak dini.

Adat Melayu Riau hendaknya menjadi sebuah sistem nilai bagi generasi penerus dan diterapkan di sekolah dari pendidikan dasar hingga kelanjutannya, ujar Gubernur Rusli Zainal.

Hal itu dikatakannya saat Musyawarah Besar V Lembaga Adat Melayu Riau, Senin (6/11) di Gedung Daerah Riau Riau. Gubernur menyebutkan bahwa budaya Melayu harus diwariskan kepada generasi penerus. Hanya dengan demikian maka adat istiadat dan budaya dapat terus lestari. Gubernur juga berharap budaya Melayu dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Budaya Melayu ini penting terus dipelihara untuk dapat menangkal budaya asing, ujarnya.

Diharapkan dengan mubes Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini, maka akan ada pemikiran yang konstruktif untuk terus mengembangkan budaya Melayu. Pemerintah Provinsi Riau sendiri menurutnya tetap konsen dalam pengembangan budaya Melayu. Bahkan budaya Melayu menjadi salah satu butir dalam visi Riau 2020 yang tercantum dalam Perda Provinsi Riau no 36 tahun 2000. Hal yang sama juga diwujudkan dalam rencana strategis (renstra) Provinsi Riau 2004-2008 yang menjadikan budaya Melayu sebagai bagian dari budaya Nasional.

Gubernur juga mengharapkan untuk pengembangan budaya Melayu ini ada dukungan yang benar-benar konkret dari kabupaten/kota.

Dengan demikian, akan ada wujud nyata dari pelaksanaan visi Riau 2020 yang mewujudkan Riau sebagai pusat budaya Melayu. Jadi kita harapkan nanti visi Riau itu dan penerapan budaya Melayu dapat benar-benar terwujud, ujarnya.

Dalam mubes LAM Riau yang digelar selama tiga hari dari tanggal 5 November hingga 8 November 2006 ini, dilaksanakan berbagai agenda menyangkut LAM Riau ke depan. Di antaranya yang terpenting adalah pemilihan Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM dan Ketua LAM Riau.

Ketua MKA LAM Riau Azaly Johan yang ditanyakan tentang ini menyatakan bahwa siapapun yang diusulkan dan dipilih bersama harus diikuti. Dia menyerahkan sepenuhnya pada peserta musyawarah besar. Semuanya tergantung floor, ujarnya ketika ditanyakan tentang kesiapannya sebagai Ketua LAM atau kembali sebagai Ketua MKA LAM Riau.(ma)

0 Comment:

Flag Counter

free counters